Pada malam aku mengadu, tentang rasa yang tak pernah
sedikitpun hilang dari seluruh alirah darah di tubuhku,
Pada malam aku mengadu, tentang rasa sakit yang tak pernah
sekalipun terbuang dari memori otakku,
Dan pada malam aku menangis, terisak, berharap setelah
menangis aku bisa melupakan semua luka dan duka ..
Tak ada yang mengerti dan tak ada yang menyadari, tak
berkata membuatku mengerti tentang suatu hal yang tak pernah bisa aku ungkap,
Bibirku kelu, bibirku beku,
Tak kuasa aku tahan semua rasa kecewa, air mata mengalir pun
bukan suatu penyelesaian, hanya saja ia mengalir dari kebekuan hati yang
perlahan luluh namun tak terobati ..
Ketika aku sadar, aku hanya menghabiskan waktuku untuk
mengingat luka dan duka.
Aku hapuskan air mata ini, namun tak pernah bisa berhenti.
Sekalipun ingin ku sudahi, namun begitu saja menetes, mengalir , dan menguncur.
Seperti darah yang membumbung ketika tergores pisau tajam.
Tuhan,
Ampuni aku , aku mencintai makhluk ciptaanmu,
Ampuni aku Tuhan, dan berharap ketenangan aku
dapatkan.
Tuhan,
Kau tahu, hanya kau yang mengerti ..
Hanya kau yang memahami .
Jadikan ini tangisan terakhirku untuknya, kali ini aku tak
ingin luluh oleh sakitku ,
Kali ini aku tak ingin rapuh oleh dukaku.
Tuhan,
Seandainya aku mentaati segala aturan Agamamu, mungkin tak
pernah aku merasakan sakit sesakit ini,
Seandainya hanya engaku cinta yang paling hakiki, mungkin
tak ada luka di hatiku .
Jika banyak yang berkata setelah duka ,kita temukan bahagia,
jadikan ia kebahagiaan terakhirku ,