Senin, 10 Desember 2012

kepadamu, Malam :)


Pada malam aku mengadu, tentang rasa yang tak pernah sedikitpun hilang dari seluruh alirah darah di tubuhku,
Pada malam aku mengadu, tentang rasa sakit yang tak pernah sekalipun terbuang dari memori otakku,
Dan pada malam aku menangis, terisak, berharap setelah menangis aku bisa melupakan semua luka dan duka ..
Tak ada yang mengerti dan tak ada yang menyadari, tak berkata membuatku mengerti tentang suatu hal yang tak pernah bisa aku ungkap,
Bibirku kelu, bibirku beku,
Tak kuasa aku tahan semua rasa kecewa, air mata mengalir pun bukan suatu penyelesaian, hanya saja ia mengalir dari kebekuan hati yang perlahan luluh namun tak terobati ..
Ketika aku sadar, aku hanya menghabiskan waktuku untuk mengingat luka dan duka.
Aku hapuskan air mata ini, namun tak pernah bisa berhenti. Sekalipun ingin ku sudahi, namun begitu saja menetes, mengalir , dan menguncur.
Seperti darah yang membumbung ketika tergores pisau tajam.
Tuhan,
Ampuni aku , aku mencintai makhluk ciptaanmu,
Ampuni aku Tuhan, dan berharap ketenangan aku dapatkan.
Tuhan,
Kau tahu, hanya kau yang mengerti ..
Hanya kau yang memahami .
Jadikan ini tangisan terakhirku untuknya, kali ini aku tak ingin luluh oleh sakitku ,
Kali ini aku tak ingin rapuh oleh dukaku.
Tuhan,
Seandainya aku mentaati segala aturan Agamamu, mungkin tak pernah aku merasakan sakit sesakit ini,
Seandainya hanya engaku cinta yang paling hakiki, mungkin tak ada luka di hatiku .
Jika banyak yang berkata setelah duka ,kita temukan bahagia, jadikan ia kebahagiaan terakhirku ,

Minggu, 18 November 2012

Lelakimu :)


Aku ingin bercerita tentang dia ..
Dia yang baru-baru ini mencuri perhatianku,
Lelaki baik, berwajah sendu, dan mata yang indah ..
Aku tak banyak tahu tentng dia, namun aku memperhatikannya. Walau tidak selalu, namun perlahan semua cerita tentang dia menjadi menarik untukku.
Aku tahu, kisah dalam hidup tak selalu indah, bahkan ketika kita terjatuh oleh orang paling membuat kita hidup. Akupun pernah merasakan hal yang benar-benar membuatku sakit, mungkin hingga kini tak pernah air mata ini mengering jika mengingatnya. Mungkin seperti itu juga cintamu untuknya. Untuk wanita manis yang selalu menjadi pasanganmu berfoto cauple. mungkin aku dan kamu memang berbeda. Aku mencintai lelaki yang menjadi milikku namun aku telah lama mempersiapkan rasaku untuk lebih siap kehilangannya. Namun mungkin berbeda denganmu. Kamu mencintai wanita yang benar-benar ingin kamu miliki, dan akan selalu menjaga rasamu untuknya. Namun kita sama. Sama-sama kehilangan seseorang yang membuat kita hidup. Aku selalu berdoa kepada Tuhan agar masa laluku menemukan kebahagiaan yang tidak pernah aku berikan. Aku mendoakannya agar mendapatkan penggantiku yang bisa menjaganya lebih dari cintaku kepadanya. Aku mendoakannya agar mendapatkan senyuman kebahagiaan yang tak pernah aku berikan untuknya. Tapi aku lupa berdoa pada Tuhan, bahwa jangan biarkan rasa sakit menghampiriku ketika dia berbahagia dengan wanita yang lain. Akupun lupa berdoa kepada Tuhan agar aku tak pernah mengeluarkan air mata jika dia menerima kehangatan yang tak pernah aku berikan kepadanya. Aku lupa berdoa tentang kebahagiaanku ketika dia jauh dariku. Aku lupa cara membahagiakan diriku sendiri ketika dia bercumbu dengan wanita lain. Aku lupa cara aku menghapus lara yang sangat dalam aku rasakan. Bahkan terkadang rasa ini sangat perih hingga saat aku ingin sekali meluapkan tak pernah bisa menghapus semua kecewa yang aku rasakan. Aku tak pernah tahu bahagia ketika lepas darinya. Aku tak pernah tahu rasanya kehangatan ketika aku lepas dari peluknya. Akuu, aku tak pernah tahu dan .. aku tak pernah bisa .
Kini ketika aku melihatmu, aku sangat faham, masih ada lelaki yang sama rasa kecewanya  atau bahkan lebih dari yang aku rasakan. Walau tak pernah sekatapun kamu katakan kecewamu, karna memang takkan pernah bisa orang lain rasakan tentang sakit bahkan bahagia yang kita rasakan.
 Dan pada akhirnya, rasa cinta itu mengalahkan segalanya. Aku tak pernah bisa melupakan sakitku, tapi aku belajar kata ikhlas. Mungkin kamu tak bisa melupakan kecewamu, tapi kamu pasti mengerti bagaimana dia yang membuatmu bahagia,

“maaf mas jawa, kali ini kamu yang jadi inspirasiku. Kalau kamu baca tulisanku, ini hanya sekedar risau di sore hari tadi. :) ”   

Rabu, 14 November 2012

14 November

Kali ini hujan yang membuatku menulis tentangmu. Rasanya beribu kalimat tak mampu menyaingi butiran air yang jatuh dari langit. Aku masih meraba-raba tentangmu, aku masih selalu menduga-duga arah hidupmu. Tapi kali ini aku mengerti, bahwa tak bisa aku jelaskan kebenaran tanpa kita berbicara dari hati. Kita dari dulu hanya selalu menduga-duga! Kesalahanku yang tak pernah mencoba memulai bertanya, kesalahanku yang dari awal tak pernah mampu untuk terbuka, dan..
Iya, semua salahku, aku sudah mengakui, berkali-kali, aku sudah mau dan ingin selalu berterus terang di hadapmu agar aku selalu menjadi yang paling jujur dari arah pandangmu. Sesekali aku melecehkan jalanmu, namun itu tidak jauh dari pandangaku kepadamu. Sesekali aku termenung oleh sikapmu, namun aku tahu kamu kosong. Aku tak pernah jauh dari arah pandangmu, walau jarak memisahkan kita.
Kini, aku melihat hujan, aku berada dalam hujan, aku basah, aku mengingatmu. Kita pernah bersama dalam hujan, kita pernah tersenyum dengan hujan. Aku TAHU, aku bukan bagian dari hembusan naffasmu, aku hanya jeda yang tak berarti dalam hidupmu. Aku TAHU, aku FAHAM, aku lelah harus berteriak-teriak dalam hatiku bahwa aku telah benar-benar melupakanmu. Siapa aku? Aku manusia normal yang tak pernah melupakan segala yang berputar di otakku, apalagi jika mengingatmu!
Apa kamu pernah mengusap air mataku? Kamu hanya bertingkah saat kamu bisa membuatku menangis, kau hanya berkata MAAF! Aku enggak pernah butuh kata-kata. Aku enggak pernah butuh ucapan untuk menggembirakan perasaan sesaat. Ini cerita kita, iya kita. Bukan aku dengan dia, dan bukan kamu dengannya. Aku tak pernah peduli bagaimana kamu dengan yang lalu, aku enggak pernah peduli bagaimana kamu dahulu. Hujan yang mengantarku mengingatmu, dan petir yang membiaskan lamunku terhadapmu.

terimakasih inspirasiku :)

Senin, 24 September 2012

katakan padaNYA aku rindu, :)


Aku rindu alunan kata mesra menyeruak membangunkan bulu kuduk hingga pori-pori  bernyawa seakan merasakan kebahagiaan yang  susah aku utarakan.
Aku rindu sinar mata yang menerangkan, hingga tak terbatas ruang dan waktu, tak terbatas fikiran maupun logika.
Aku rindu wangi yang mengecualikan dirinya diantara adam yang pernah kutemukan.
Aku rindu genggaman yang dapat menguatkan seluruh bagian ciptaan Tuhan, hingga semua serasa berwarna mengiringi seluruh detik waktu yang berganti.
Memperlambat waktu, memperlambat hari, dan mengukir kisah disetiap waktu yang berlalu.
Wahai angin yang menghampiriku, katakan pada Tuhan, aku rindu semua itu.
Biarkan air mata ini mengering, merindukan hal yang belum bisa aku gapai.
Biarkan air mata ini tak tampak, walau ingin sekali aku cairan agak tak membeku dalam jiwa,

smile :)


Dalam jiwa yang sepi, terkadang ada satu alasan untukku bertahan.
aku selalu berharap akan ada keajaiban yang entah kapan tiba.
Aku hanya percaya janji Tuhan, jika aku yakinkan semua, bertahan atau menunggu untukku mudah. Biarkan aku seperti ini, menunggu perputaran waktu yang bahagia untukku. Kini tugasku hanya memperbaiki diri. Walau susah, bukan berarti tak bisa. Walau lelah,bukan berarti patah. Dan walau penat bukan berarti buntu. Semua bisa diubah. Aku percaya Tuhan. Tuhan penyayangku, pelindung dalam setiap langkahku. :)

Jumat, 07 September 2012

kamu?

aku tak suka jika mengingat kamu lagi. Kamu bukan lagi cerita indahku. Kamu seperti abstrak dalam bayangku. Salahku yang selalu perasa tentangmu, selalu mengkaitkatkan setiap apa yang terjadi padaku. Aku bukan lagi seperti dulu, yang masih mau kau genggam, masih mau kau pandang, dan masih mau kau dekati. Aku bukan lagi aku yang selalu lemah tanpamu, aku bukan lagi seperti bangunan di tepi pantai. Aku sudah kokohkan pondasiku, walau mungkin tampak kurang sempurna. Kini, aku yang baru sudah tak seperti gadis kecilmu, tak seperti dulu yang masih manja jika di dekatmu. Aku tak pernah bilang aku kini mandiri, namun aku berusaha untuk lebih baik jika tanpamu. Aku rasa , cintaku sudah hilang, rinduku sudah padam, dan binar matamupun sudah tenggelam. Aku tak bilang aku hapuskan semua tentangmu, namun aku padamkan bayang indah hadirmu.
sebenarnya tak aku tak ingin menulis tentangmu lagi, menulis tentang september tahun lalu, atau apalah itu tentangmu.  Namun entah mengapa, aku mengkaitkan hari ini tentangmu.
Tentang tangis kita, lelucon yang selalu terjadi pada sesuatu hal yang kau sebut  “cinta”.
Terkadang, aku tak mengerti kata cinta, arti cinta, maknanya, definisinya atau bahkan semua tentang cinta.  Aku kini tak faham.
Aku gelap yang selalu berteman bulan dan matahari.
Jika terang pernah datang padaku, sang suryalah saksi tangisku,
Dan jika rembulan menemaniku, cahayanyalah saksi kesepianku.
Biarlah aku dan kamu berjalan berjauhan dan tak searah.
Semakin jauh, jauh dan tak tampak.
Jika aku menongok pada arahmu, doaku semoga jalanmu tak pernah salah.