Jumat, 07 September 2012

kamu?

aku tak suka jika mengingat kamu lagi. Kamu bukan lagi cerita indahku. Kamu seperti abstrak dalam bayangku. Salahku yang selalu perasa tentangmu, selalu mengkaitkatkan setiap apa yang terjadi padaku. Aku bukan lagi seperti dulu, yang masih mau kau genggam, masih mau kau pandang, dan masih mau kau dekati. Aku bukan lagi aku yang selalu lemah tanpamu, aku bukan lagi seperti bangunan di tepi pantai. Aku sudah kokohkan pondasiku, walau mungkin tampak kurang sempurna. Kini, aku yang baru sudah tak seperti gadis kecilmu, tak seperti dulu yang masih manja jika di dekatmu. Aku tak pernah bilang aku kini mandiri, namun aku berusaha untuk lebih baik jika tanpamu. Aku rasa , cintaku sudah hilang, rinduku sudah padam, dan binar matamupun sudah tenggelam. Aku tak bilang aku hapuskan semua tentangmu, namun aku padamkan bayang indah hadirmu.
sebenarnya tak aku tak ingin menulis tentangmu lagi, menulis tentang september tahun lalu, atau apalah itu tentangmu.  Namun entah mengapa, aku mengkaitkan hari ini tentangmu.
Tentang tangis kita, lelucon yang selalu terjadi pada sesuatu hal yang kau sebut  “cinta”.
Terkadang, aku tak mengerti kata cinta, arti cinta, maknanya, definisinya atau bahkan semua tentang cinta.  Aku kini tak faham.
Aku gelap yang selalu berteman bulan dan matahari.
Jika terang pernah datang padaku, sang suryalah saksi tangisku,
Dan jika rembulan menemaniku, cahayanyalah saksi kesepianku.
Biarlah aku dan kamu berjalan berjauhan dan tak searah.
Semakin jauh, jauh dan tak tampak.
Jika aku menongok pada arahmu, doaku semoga jalanmu tak pernah salah. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar