Rabu, 14 November 2012

14 November

Kali ini hujan yang membuatku menulis tentangmu. Rasanya beribu kalimat tak mampu menyaingi butiran air yang jatuh dari langit. Aku masih meraba-raba tentangmu, aku masih selalu menduga-duga arah hidupmu. Tapi kali ini aku mengerti, bahwa tak bisa aku jelaskan kebenaran tanpa kita berbicara dari hati. Kita dari dulu hanya selalu menduga-duga! Kesalahanku yang tak pernah mencoba memulai bertanya, kesalahanku yang dari awal tak pernah mampu untuk terbuka, dan..
Iya, semua salahku, aku sudah mengakui, berkali-kali, aku sudah mau dan ingin selalu berterus terang di hadapmu agar aku selalu menjadi yang paling jujur dari arah pandangmu. Sesekali aku melecehkan jalanmu, namun itu tidak jauh dari pandangaku kepadamu. Sesekali aku termenung oleh sikapmu, namun aku tahu kamu kosong. Aku tak pernah jauh dari arah pandangmu, walau jarak memisahkan kita.
Kini, aku melihat hujan, aku berada dalam hujan, aku basah, aku mengingatmu. Kita pernah bersama dalam hujan, kita pernah tersenyum dengan hujan. Aku TAHU, aku bukan bagian dari hembusan naffasmu, aku hanya jeda yang tak berarti dalam hidupmu. Aku TAHU, aku FAHAM, aku lelah harus berteriak-teriak dalam hatiku bahwa aku telah benar-benar melupakanmu. Siapa aku? Aku manusia normal yang tak pernah melupakan segala yang berputar di otakku, apalagi jika mengingatmu!
Apa kamu pernah mengusap air mataku? Kamu hanya bertingkah saat kamu bisa membuatku menangis, kau hanya berkata MAAF! Aku enggak pernah butuh kata-kata. Aku enggak pernah butuh ucapan untuk menggembirakan perasaan sesaat. Ini cerita kita, iya kita. Bukan aku dengan dia, dan bukan kamu dengannya. Aku tak pernah peduli bagaimana kamu dengan yang lalu, aku enggak pernah peduli bagaimana kamu dahulu. Hujan yang mengantarku mengingatmu, dan petir yang membiaskan lamunku terhadapmu.

terimakasih inspirasiku :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar