Kali ini hujan yang membuatku menulis tentangmu. Rasanya beribu
kalimat tak mampu menyaingi butiran air yang jatuh dari langit. Aku masih
meraba-raba tentangmu, aku masih selalu menduga-duga arah hidupmu. Tapi kali
ini aku mengerti, bahwa tak bisa aku jelaskan kebenaran tanpa kita berbicara
dari hati. Kita dari dulu hanya selalu menduga-duga! Kesalahanku yang tak
pernah mencoba memulai bertanya, kesalahanku yang dari awal tak pernah mampu
untuk terbuka, dan..
Iya, semua salahku, aku sudah mengakui, berkali-kali, aku
sudah mau dan ingin selalu berterus terang di hadapmu agar aku selalu menjadi
yang paling jujur dari arah pandangmu. Sesekali aku melecehkan jalanmu, namun itu tidak jauh dari pandangaku kepadamu. Sesekali
aku termenung oleh sikapmu, namun aku tahu kamu kosong. Aku tak pernah jauh dari
arah pandangmu, walau jarak memisahkan kita.
Kini, aku melihat hujan, aku berada
dalam hujan, aku basah, aku mengingatmu. Kita pernah bersama dalam hujan, kita
pernah tersenyum dengan hujan. Aku TAHU, aku bukan bagian dari hembusan naffasmu,
aku hanya jeda yang tak berarti dalam hidupmu. Aku TAHU, aku FAHAM, aku lelah
harus berteriak-teriak dalam hatiku bahwa aku telah benar-benar melupakanmu. Siapa
aku? Aku manusia normal yang tak pernah melupakan segala yang berputar di
otakku, apalagi jika mengingatmu!
Apa kamu pernah mengusap air mataku? Kamu hanya bertingkah saat kamu bisa membuatku
menangis, kau hanya berkata MAAF! Aku enggak pernah butuh kata-kata. Aku enggak
pernah butuh ucapan untuk menggembirakan perasaan sesaat. Ini cerita kita, iya
kita. Bukan aku dengan dia, dan bukan kamu dengannya. Aku tak pernah peduli
bagaimana kamu dengan yang lalu, aku enggak pernah peduli bagaimana kamu
dahulu. Hujan yang mengantarku mengingatmu, dan petir yang membiaskan lamunku
terhadapmu.
terimakasih inspirasiku :)
terimakasih inspirasiku :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar