abhgfjdfjdnxuvhsdjnkamsdkfj,dfmhddsnfdgfn.kjlasdlshfsdfn vbjhgsdanfvjzhcdsm fjgsmnd,.xjfd,gn,mfhb,sdfmsaisd.ngmhb.,sdg dnjfks,dhgkl,fdjglsds.mglmv,g mflj
aku mengetik yang di atas tanpa melihat keyboard. coba perhatikan.
bisa di mengerti??
kita samakan persepsi bagaimana??
----------------
iya, aku mengetik tanpa tahu apa yang aku maksud dan apa yang aku ketik. tapi setelah mengetik tak jelas, aku mendapatkan suatu pemikiran. bahwa sebenarnya sesuatu permulaan yang tidak jelas dapat di buat menjadi jelas.
masih ragu dengan kehidupanmu? :))
catatan aburadul
kalau kamu mau nulis, enggak usah dipikir, nulis aja, biar hati lega, adem, dan tentrem .
Sabtu, 03 Agustus 2013
Senin, 10 Desember 2012
kepadamu, Malam :)
Pada malam aku mengadu, tentang rasa yang tak pernah
sedikitpun hilang dari seluruh alirah darah di tubuhku,
Pada malam aku mengadu, tentang rasa sakit yang tak pernah
sekalipun terbuang dari memori otakku,
Dan pada malam aku menangis, terisak, berharap setelah
menangis aku bisa melupakan semua luka dan duka ..
Tak ada yang mengerti dan tak ada yang menyadari, tak
berkata membuatku mengerti tentang suatu hal yang tak pernah bisa aku ungkap,
Bibirku kelu, bibirku beku,
Tak kuasa aku tahan semua rasa kecewa, air mata mengalir pun
bukan suatu penyelesaian, hanya saja ia mengalir dari kebekuan hati yang
perlahan luluh namun tak terobati ..
Ketika aku sadar, aku hanya menghabiskan waktuku untuk
mengingat luka dan duka.
Aku hapuskan air mata ini, namun tak pernah bisa berhenti.
Sekalipun ingin ku sudahi, namun begitu saja menetes, mengalir , dan menguncur.
Seperti darah yang membumbung ketika tergores pisau tajam.
Tuhan,
Ampuni aku , aku mencintai makhluk ciptaanmu,
Ampuni aku Tuhan, dan berharap ketenangan aku
dapatkan.
Tuhan,
Kau tahu, hanya kau yang mengerti ..
Hanya kau yang memahami .
Jadikan ini tangisan terakhirku untuknya, kali ini aku tak
ingin luluh oleh sakitku ,
Kali ini aku tak ingin rapuh oleh dukaku.
Tuhan,
Seandainya aku mentaati segala aturan Agamamu, mungkin tak
pernah aku merasakan sakit sesakit ini,
Seandainya hanya engaku cinta yang paling hakiki, mungkin
tak ada luka di hatiku .
Jika banyak yang berkata setelah duka ,kita temukan bahagia,
jadikan ia kebahagiaan terakhirku ,
Minggu, 18 November 2012
Lelakimu :)
Aku ingin bercerita tentang dia ..
Dia yang baru-baru ini mencuri perhatianku,
Lelaki baik, berwajah sendu, dan mata yang indah ..
Aku tak banyak tahu tentng dia, namun aku memperhatikannya.
Walau tidak selalu, namun perlahan semua cerita tentang dia menjadi menarik
untukku.
Aku tahu, kisah dalam hidup tak selalu indah, bahkan ketika
kita terjatuh oleh orang paling membuat kita hidup. Akupun pernah merasakan hal
yang benar-benar membuatku sakit, mungkin hingga kini tak pernah air mata ini
mengering jika mengingatnya. Mungkin seperti itu juga cintamu untuknya. Untuk
wanita manis yang selalu menjadi pasanganmu berfoto cauple. mungkin aku dan kamu memang berbeda. Aku mencintai lelaki
yang menjadi milikku namun aku telah lama mempersiapkan rasaku untuk lebih siap
kehilangannya. Namun mungkin berbeda denganmu. Kamu mencintai wanita yang
benar-benar ingin kamu miliki, dan akan selalu menjaga rasamu untuknya. Namun
kita sama. Sama-sama kehilangan seseorang yang membuat kita hidup. Aku selalu
berdoa kepada Tuhan agar masa laluku menemukan kebahagiaan yang tidak pernah
aku berikan. Aku mendoakannya agar mendapatkan penggantiku yang bisa menjaganya
lebih dari cintaku kepadanya. Aku mendoakannya agar mendapatkan senyuman
kebahagiaan yang tak pernah aku berikan untuknya. Tapi aku lupa berdoa pada
Tuhan, bahwa jangan biarkan rasa sakit menghampiriku ketika dia berbahagia
dengan wanita yang lain. Akupun lupa berdoa kepada Tuhan agar aku tak pernah
mengeluarkan air mata jika dia menerima kehangatan yang tak pernah aku berikan
kepadanya. Aku lupa berdoa tentang kebahagiaanku ketika dia jauh dariku. Aku
lupa cara membahagiakan diriku sendiri ketika dia bercumbu dengan wanita lain.
Aku lupa cara aku menghapus lara yang sangat dalam aku rasakan. Bahkan
terkadang rasa ini sangat perih hingga saat aku ingin sekali meluapkan tak
pernah bisa menghapus semua kecewa yang aku rasakan. Aku tak pernah tahu
bahagia ketika lepas darinya. Aku tak pernah tahu rasanya kehangatan ketika aku
lepas dari peluknya. Akuu, aku tak pernah tahu dan .. aku tak pernah bisa .
Kini ketika aku melihatmu, aku sangat faham, masih ada
lelaki yang sama rasa kecewanya atau
bahkan lebih dari yang aku rasakan. Walau tak pernah sekatapun kamu katakan
kecewamu, karna memang takkan pernah bisa orang lain rasakan tentang sakit
bahkan bahagia yang kita rasakan.
Dan pada akhirnya,
rasa cinta itu mengalahkan segalanya. Aku tak pernah bisa melupakan sakitku,
tapi aku belajar kata ikhlas. Mungkin kamu tak bisa melupakan kecewamu, tapi
kamu pasti mengerti bagaimana dia yang membuatmu bahagia,
“maaf mas jawa, kali
ini kamu yang jadi inspirasiku. Kalau kamu baca tulisanku, ini hanya sekedar
risau di sore hari tadi. :) ”
Rabu, 14 November 2012
14 November
Kali ini hujan yang membuatku menulis tentangmu. Rasanya beribu
kalimat tak mampu menyaingi butiran air yang jatuh dari langit. Aku masih
meraba-raba tentangmu, aku masih selalu menduga-duga arah hidupmu. Tapi kali
ini aku mengerti, bahwa tak bisa aku jelaskan kebenaran tanpa kita berbicara
dari hati. Kita dari dulu hanya selalu menduga-duga! Kesalahanku yang tak
pernah mencoba memulai bertanya, kesalahanku yang dari awal tak pernah mampu
untuk terbuka, dan..
Iya, semua salahku, aku sudah mengakui, berkali-kali, aku
sudah mau dan ingin selalu berterus terang di hadapmu agar aku selalu menjadi
yang paling jujur dari arah pandangmu. Sesekali aku melecehkan jalanmu, namun itu tidak jauh dari pandangaku kepadamu. Sesekali
aku termenung oleh sikapmu, namun aku tahu kamu kosong. Aku tak pernah jauh dari
arah pandangmu, walau jarak memisahkan kita.
Kini, aku melihat hujan, aku berada
dalam hujan, aku basah, aku mengingatmu. Kita pernah bersama dalam hujan, kita
pernah tersenyum dengan hujan. Aku TAHU, aku bukan bagian dari hembusan naffasmu,
aku hanya jeda yang tak berarti dalam hidupmu. Aku TAHU, aku FAHAM, aku lelah
harus berteriak-teriak dalam hatiku bahwa aku telah benar-benar melupakanmu. Siapa
aku? Aku manusia normal yang tak pernah melupakan segala yang berputar di
otakku, apalagi jika mengingatmu!
Apa kamu pernah mengusap air mataku? Kamu hanya bertingkah saat kamu bisa membuatku
menangis, kau hanya berkata MAAF! Aku enggak pernah butuh kata-kata. Aku enggak
pernah butuh ucapan untuk menggembirakan perasaan sesaat. Ini cerita kita, iya
kita. Bukan aku dengan dia, dan bukan kamu dengannya. Aku tak pernah peduli
bagaimana kamu dengan yang lalu, aku enggak pernah peduli bagaimana kamu
dahulu. Hujan yang mengantarku mengingatmu, dan petir yang membiaskan lamunku
terhadapmu.
terimakasih inspirasiku :)
terimakasih inspirasiku :)
Senin, 24 September 2012
katakan padaNYA aku rindu, :)
Aku rindu alunan kata mesra menyeruak membangunkan bulu
kuduk hingga pori-pori bernyawa seakan
merasakan kebahagiaan yang susah aku
utarakan.
Aku rindu sinar mata yang menerangkan, hingga tak terbatas
ruang dan waktu, tak terbatas fikiran maupun logika.
Aku rindu wangi yang mengecualikan dirinya diantara adam
yang pernah kutemukan.
Aku rindu genggaman yang dapat menguatkan seluruh bagian
ciptaan Tuhan, hingga semua serasa berwarna mengiringi seluruh detik waktu yang
berganti.
Memperlambat waktu, memperlambat hari, dan mengukir kisah
disetiap waktu yang berlalu.
Wahai angin yang menghampiriku, katakan pada Tuhan, aku
rindu semua itu.
Biarkan air mata ini mengering, merindukan hal yang belum
bisa aku gapai.
Biarkan air mata ini tak tampak, walau ingin sekali aku
cairan agak tak membeku dalam jiwa,
smile :)
Dalam jiwa yang sepi, terkadang ada satu alasan untukku
bertahan.
aku selalu berharap akan ada keajaiban yang entah kapan
tiba.
Aku hanya percaya janji Tuhan, jika aku yakinkan semua,
bertahan atau menunggu untukku mudah. Biarkan aku seperti ini, menunggu
perputaran waktu yang bahagia untukku. Kini tugasku hanya memperbaiki diri.
Walau susah, bukan berarti tak bisa. Walau lelah,bukan berarti patah. Dan walau
penat bukan berarti buntu. Semua bisa diubah. Aku percaya Tuhan. Tuhan
penyayangku, pelindung dalam setiap langkahku. :)
Jumat, 07 September 2012
kamu?
aku tak suka jika mengingat kamu lagi. Kamu bukan lagi
cerita indahku. Kamu seperti abstrak dalam bayangku. Salahku yang selalu perasa
tentangmu, selalu mengkaitkatkan setiap apa yang terjadi padaku. Aku bukan lagi
seperti dulu, yang masih mau kau genggam, masih mau kau pandang, dan masih mau
kau dekati. Aku bukan lagi aku yang selalu lemah tanpamu, aku bukan lagi
seperti bangunan di tepi pantai. Aku sudah kokohkan pondasiku, walau mungkin
tampak kurang sempurna. Kini, aku yang baru sudah tak seperti gadis kecilmu,
tak seperti dulu yang masih manja jika di dekatmu. Aku tak pernah bilang aku
kini mandiri, namun aku berusaha untuk lebih baik jika tanpamu. Aku rasa ,
cintaku sudah hilang, rinduku sudah padam, dan binar matamupun sudah tenggelam.
Aku tak bilang aku hapuskan semua tentangmu, namun aku padamkan bayang indah
hadirmu.
sebenarnya tak aku tak ingin menulis tentangmu lagi, menulis tentang september tahun lalu, atau apalah itu tentangmu. Namun entah mengapa, aku mengkaitkan hari ini tentangmu.
sebenarnya tak aku tak ingin menulis tentangmu lagi, menulis tentang september tahun lalu, atau apalah itu tentangmu. Namun entah mengapa, aku mengkaitkan hari ini tentangmu.
Tentang tangis kita, lelucon yang selalu terjadi pada
sesuatu hal yang kau sebut “cinta”.
Terkadang, aku tak mengerti kata cinta, arti cinta,
maknanya, definisinya atau bahkan semua tentang cinta. Aku kini tak faham.
Aku gelap yang selalu berteman bulan dan matahari.
Jika terang pernah datang padaku, sang suryalah saksi
tangisku,
Dan jika rembulan menemaniku, cahayanyalah saksi kesepianku.
Biarlah aku dan kamu berjalan berjauhan dan tak searah.
Semakin jauh, jauh dan tak tampak.
Jika aku menongok pada arahmu, doaku semoga jalanmu tak
pernah salah.
Langganan:
Komentar (Atom)