Aku rindu alunan kata mesra menyeruak membangunkan bulu
kuduk hingga pori-pori bernyawa seakan
merasakan kebahagiaan yang susah aku
utarakan.
Aku rindu sinar mata yang menerangkan, hingga tak terbatas
ruang dan waktu, tak terbatas fikiran maupun logika.
Aku rindu wangi yang mengecualikan dirinya diantara adam
yang pernah kutemukan.
Aku rindu genggaman yang dapat menguatkan seluruh bagian
ciptaan Tuhan, hingga semua serasa berwarna mengiringi seluruh detik waktu yang
berganti.
Memperlambat waktu, memperlambat hari, dan mengukir kisah
disetiap waktu yang berlalu.
Wahai angin yang menghampiriku, katakan pada Tuhan, aku
rindu semua itu.
Biarkan air mata ini mengering, merindukan hal yang belum
bisa aku gapai.
Biarkan air mata ini tak tampak, walau ingin sekali aku
cairan agak tak membeku dalam jiwa,