Rabu, 16 Maret 2011

aku percaya ..

Ini ceritaku saat aku menuju kerumah temanku ..

Saat aku berangkat dari kostku menuju rumah temanku,jarak antara kostku dan rumah temanku sekitar 30 km.
Ya,aku tau,bensin motorku sekarat. Benar-benar sekarat. Tapi aku malas untuk membeli bensin terlebih dulu. Ya sudah,aku melaju begitu saja. Di perjalanan akupun mencari pom bensin. Ya,aku terus mencari, aku tengok kanan lalu tengok kiri. Tetap saja aku tidak menemukan pom bensin. “Tapi aku yakin,di depan sana ada pom bensin. Dan aku pasti akan membelinya. Aku pelan-pelan saja mengendarai motorku”begitu fikirku dalam hati. Ya,aku terus melaju menuju rumah temanku,dan aku sekalian untuk membeli bensin. Ya,akhirnya di sebrang jalan ada pom bensin. Aku melihatnya. Tapi aku urungkan niatku untuk membeli bensin. “malez akh nyebrang” begitu fikirku. Padahal di awal perjalanan aku sudah berniat membeli bensin jika aku bertemu pom bensin. “akh,di depan sana pasti ada pom bensin lagi. Ngapaen juga nyebrang jalan segala. Ribet akh.” Begitu fikirku dengan mudahnya. Akupun melaju tanpa membeli bensin yang sudah jelas-jelas ada di dekatku. Melaju dan melaju begitu saja. Dan akhirnya tidak ada satupun pom bensin yang aku temukan. Bensinku benar-benar sudah sekarat. Nyesel aku gak beli bensin di pom bensin tadi. Namun,Tuhan menyelamatkanku. Aku sampai di rumah temanku tanpa harus mendorong motor. Ya,aku lega. Akhirnya sampai juga tanpa susah-susah aku membeli bensin terlebih dulu. Tapi aku sebenarnya sangat membutuhkan bensin untuk pulang ke kostku lagi. Sudahlah,urusan belakangan. Yang penting aku bertemu temanku dulu.
“nis,pinjam motor. Aku mau beli sesuatu di depan sana.” Ini kuncinya.aku pun memberi kunci motorku.  “Tapi aku was-was, bensin motorku sudah benar-benar sekarat. Kalau aku gak beli dulu,pasti ntr mogok di jalan.”gumamku dalam batin.
Hmm,ya sudahlah. Aku pikirkan nanti saja.
***_____****

Sudah waktunya aku pulang.
“Aku pulang dulu ya..”pamit ku pada temanku.
Aku pun berlalu dari rumah temanku. Tapi sekarang aku benar-benar was-was. Sangat was-was. Sudah malam. Aku takut kalau harus dorong motor malam-malam. Aku gelisah di jalan. Namun aku yakin dalam hatiku,bahwa aku pasti ketemu pom bensin. Akupun terus berdoa agar motorku gak mati di jalan.
Aku sangat pelan mengendarai motorku. Sudah benar-benar mau mati motorku. Namun aku tetap yakin dalam hatiku kalau di depan sana ada pom bensin. Saking aku konsentrasinya untuk mencari pom bensin,akupun salah jalan. “Astaga,salah jalan lagi. Motorku sudah mau mati.”jeritku dalam hati.
Tapi aku tetap yakin di depan sana ada pom bensin. Akupun berdoa dalam pencarianku mencari pom bensin.
Setelah 20 menit aku mengendarai motorku,akhirnya aku bisa tersenyum saat melihat pom bensin. Ya,satu-satunya pom bensin yang aku temukan. Dan akupun baru sadar. Ternyata pom bensin ini adalah pom bensin yang aku lihat pertama kali. Aku mencampakkannya. Aku acuh tak mempedulikan pom bensin yang terdekat denganku. Aku berlalu begitu saja,berharap ada pom bensin yang paling dekat denganku. Aku tak mempedulikan pom bensin itu,padahal sudah jelas-jelas aku membutuhkannya. Bahkan sangat jelas aku membutuhkannya. Akupun tersenyum. Senang rasanya setelah aku sangat was-was mencari pom bensin,akhirnya aku temukan. Lalu akupun membelinya. Dan dengan santainya aku mengendarai motorku tanpa takut motorku mati.

**
Dari kejadian di atas,aku mendapat pelajaran baru. Walau terus-terusan mencari dan mencari sesuatu yang indah dan lebih indah,kita gak akan pernah bisa mendapatkannya. Ya,di dekat kita adalah hal yang paling indah. Syukuri yang telah ada sekarang untuk kita. Yakinkanlah dalam hati kita. Sesuatu yang indah itu,walau kita gak bisa dapetin sekarang,kalau memang sudah jalannya kita bertemu,ya pasti bertemu kembali. Entah harus menunggu berapa lama. Entah harus menjelajahi jarak begitu panjang,ataupun terjal. Ataupun saat harus tersesat di kemudian hari. Yakinkan hati,fokuskan tujuan. Yang indah itu ada didekat kita.

Ya, Aku percaya itu . ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar