Salah siapa?
Ya itu yang slalu saya pikirkan jika hal tidak adil datang menghampiri saya ..
Saya mau protes kepada siapa?
Ya, jika hal yang tidak adil itu berkaitan dengan hukum, mungkin saya bisa laporkan ke pihak yang berwajib ..
Tapi jika hati saya yang merasakan hal tidak adil itu, saya mau laporkan kemana?
Jika hati saya yang patah hati karna seseorang, saya mau lapor ke siapa?
Hmm ..
Sekarang mulai Berpikir secara terbuka ..
Oke …
Hati ini saya yang punya,
Rasa ini saya yang merasakan.
Dan DIRI INI SAYA YANG PUNYA ..
Kenapa kalimat di atas saya perbesar? Tentunya saya mempunyai alasan tersendiri ..
Masalah hati, masalah perasaan dan masalah diri, sebenarnya bisa berkaitan dengan hukum juga. Contoh : saya pernah membaca nama saya di tulis besar-besar dan di cela oleh seseorang. Waah, tentunya saya tidak terima. Mau lapor?
Sebenaranya saya sudah mau melaporkannya kepada pihak yang berwajib. Dengan mudah saya mendapatkan cukup bukti untuk melaporkannya dia. Tinggal saya copy apa yang dia omongkan ke saya, lalu.. saya serahkan bukti itu kepada pihak yang berwajib. Butuh pengacara? Saya punya.
Lalu kurang apa lagi? Kenapa tidak saya laporkan saja orang yang berbuat semena-mena terhadap saya?
Alasannya, yaitu hati saya. Hati nurani saya masih main, dan hati saya masih bisa memaafkan, karna ada hukuman yang nyata buat dia kelak. Tidak menyumpahkan, tetapi hukum karma itu berjalan. Ya, saya percaya itu ..
Oke, kembali lagi ke masalah di atas ..
Masalah hati, sebenarnya banyak yang merasakan. Bukan hanya saya saja .
Di sekeliling saya banyak yang merasakan ketidak adilan pada keadaan yang nyata ..
Putus cinta, patah hati, sakit hati adalah berbagai macam rasa sakit hati .
Dapat mempengaruhi tulang, persendian, jantung, dada, dan tentunya otak.
Wahh, bahaya jika efek samping dari pada patah hati itu sampai pada otak kita ..
Dapat berakibat fatal .. (berat bahasanya ,,, hehehee)
Hmm, saya ingin mengungkapakan ketidak adilan yang saya rasa ini .
Tentunya masalah hati saya. Saya berfikir, hati saya ya hanya saya sendiri yang tahu bagaimana cara membahagiakan hati saya ini. Tentunya berdasarkan norma dan moral yang ada. Saya pernah berniat membalas sakit hati saya terhadap kaum cowok. Ya, karna dulu saya sakit hati terhadap cowok. Jadi, saya berfikir, tiap pikiran cowok itu adalah sama. Tapi lama saya merenung. IQ tiap orang aja berbeda, masa saya mau menyamakan bahwa tipa cowok adalah sama. Waahh,,
Saya salah ini. Tapi saya punya cara lain untuk membaca pikiran cowok. Mau tau caranya?
Oke. Saya punya ratusan tipe model pemikiran cowok. Saya berkawan dekat dengan mereka. Bahasan awal yang pasaran saya utaran kepada tiap cowok yang saya baru kenal adalah : hanya senyum saja. Ya, ini adalah cara pertama saya jika saya berkenalan dengan orang baru. Karna bagi saya senyum itu adalah keteduhan dan kenyamanan dan ketertarikan pertama kali pada awal jumpa.
Lalu bahasan selanjutnya adalah berbicara layaknya kawan lama. Cowok itu gak jaim kayak cewek. Ada sih yang jaim dikit-dikit, tapi gak banyak. Kebanyakan sih cewek yang jaim kalo mau ngomong ke cowok. Padahal mereka sama aja . gak ada bedanya, kenapa harus jaim?
Balik lagi ke persoalan hati saya. Saya merasahati saya terlalu lama kosong.
Hampa bookkk ….
Kembali lagi, karna masalah hati yang saya rasa itu. Sakit cui..
Tulang saya sampai linu wktu saya patah hati. Hampir 8 bulan saya merasakan sakit hati saya. Tapi hebatnya saya (sedikit sombong) dalam 8 bulan saya belum punya pacar pengganti dirinya yang lalu. Tahu kenapa? Karna saya lagi memperbaiki sturktur hati saya yang kemarin rapuh.
Saya banyak belajar dari orang –orang di sekeliling saya. Pacarn bagi saya sekarang(gak tau besok ya) gak begitu penting. Tahu kenapa? Karna pacar kita itu punya keluarga, kawan dekat, dan teman-temannya sebelum kenal dengan kita.
Kalo cinta and sayang boleh aja. Boleh banget malah. Tapi inget, dia juga punya kehidupan yang lain yang gak bisa kita ikut campur. Coba itu di pahami, kelak jika kalian putus dan gak berjodoh dengannya, insyaallah sakit hati dan patah hati gak akan pernah kita rasa. Kecewa mungkin itu, tapi jika kita mengerti arti dari kata pacarn , ya sudah..
Biarlah ..
Lain halnya dengan gini.. kita sayaaaaaanggggg banget sama itu pacar kita, eh tapi pacar kita risih dengan cara “sayang” yang kita tunjukin, jelaslah pacar kita lebih milih terbebas dari jeratan “sayang” yang mengekang. Jangan salahin dia juga kalau dia lebih nyaman dengan orang lain daripada kita yang sebagai pacar sahnya dia. Toh juga baru pacar. Okelah pikiran orang macem-macem. Kalian sebagai pacar atau orang terdekatnya buatlah dia nyaman dengan kalin. Jika kata ketidaknyamanan itu udah gak, lebih baik, kalian cari yang bisa menenangkan hati kalian. Itu cara terbaik untuk kebahagiaan hati kita .. kalian takut untuk meninggalkan pacar kalian yang gak sama sekali buat kalian nyaman?
Saya orang pertama yang bilang anda sangat bodoh ..
Ya, kata “sayang” itu jika saya bisa definisikan adalah : kekuatan seseorang untuk melangkah maju kedepan. Jika ada badai datang menghampiri kita, orang yang kita sayang itu adalah yang pertama menopang badai itu. Ya, kita sama-sama menghalau badai itu hingga jenuh ia menghampiri kita. Lalu kita akan melangkah maju dan berbangga hati berkata “badai itu selalu ada buat aku dan dia, namun kekuatan sayang yang kita miliki, dengan sangat mudah kita lalui, karna kita yakin, sayang kita ini adalah anugrah Tuhan, bukan karna hanya ingin memiliki separuh dari bagian nyawa kita, namun seluruhnya nyawa itu kita jaga, hingga kelak maut yang memisahkan kita”
Ya, saya kini sedikit mengerti hidup. Tentunya pengalaman saya yang mengajarkan saya bahwa saya harus menjadi lebih baik dari sebelumnya..
Bergegaslah mengerti seseorang yang menyayangi kalian, kelak hidupmu akan indah apada waktunya ..
GOD BLESS YOU ALL
^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar