Kamis, 27 Januari 2011

aku dan sahabatku ..^^

Sedikit bercerita .. ^_^

Alkisah ada dua orang sahabat. Yang satu bernama si keras kepala dan yang satu si playboy ..
Si playboy berkata pada sahabatnya si keras kepala “hey, keras kepala, kamu dengerin omonganku. Buat apa kamu hanya mencintai satu pria saja? Cintai dirimu, kelak kamu akan bahagia ..
Si keras kepala pun menjawab dengan sombongnya “alaahhh, urusin aja cewek-cewekmu, buat apa kamu nasehatin aku? Kamu sendiri belum benar mencintai orang. Kamu bagi-bagi cinta itu. Kamu egois, jahat. Sudahlah, ini hidupku, buat apa kamu memberitahu aku nasehatmu? Nasehatin dirimu sendiri dech playboy “
Si playboy pun berkata “aku tahu semua pria. Aku paham mereka. Kamu sahabatku, aku sayang pada dirimu, jaga hatimu, atau kamu bakal sakit di kemudian hari”
Selalu si keras kepala menjawab “udh dech, aku yang lebih tau diriku. Lagian gak semua cowok jahat kan? Mungkin di sekelilingmu aja yang gitu. Cowokku beda. Lebih istimewa. Hahhaaa. Tertawa dengan bangganya “
Si playboy pun hanya tersenyum. Lalu ia berkata “ baiklah , aku mengerti kamu. Mungkin kamu sekarang bisa menjaga dirimu dan perasaanmu. Aku hanya titip satu pesan padamu, cintai dirimu 80%, 20% berikan cinta itu pada pria yang kamu sayang. Aku yakin, kamu bisa menjaga dirimu. Aku yakin, kamu akan selalu ingat kata-kataku. Aku sekarang gak bisa selalu buat kamu, kamu juga sudah dewasa. Datanglah padaku, jika kau berduka, akupun tak akan melarangmu “
“ya, baiklah playboy. Terimakasih atas nasehatmu. Aku akan buktikan bahwa kata-katamu itu sama sekali tidak terjadi padaku” jawab si keras kepala ..

Hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun, si keras kepala lalui hari-hari bahagianya bersama orang yang ia sayang. Lalu tibalah saat dimana duka yang dulu tak pernah mendekatinya, namun pelan-pelan tapi pasti duka itu mendekat. Terus-terusan mendekat. Lalu ….

“maafkan aku playboy, aku selalu acuh akan kata-katamu. Aku selalu percaya akan keyakinanku. Aku terlalu egois selalu menganggapmu salah. aku selalu tak hiraukan omonganmu. Aku selalu mengelak semua yang kau tahu.” Tetes air mata si keras kepala tak henti-hentinya. Si playboy pun akhirnya tahu akan kesedihan sahabatnya. Playboy pun mengahampiri si keras kepala. “kamu gak usah sedih terus-terusan. Ini pilihan yang kamu jalanin. Biarlah semua berlalu. Ada hikmah di sebuah luka dan duka. Kamu gak salah. akupun belajar darimu yang selalu setia dan selalu percaya akan pasangannya. Akupun pernah terluka sepertimu. Namun aku pria, aku bisa berfikir melalui pikiranku, bukan melalui hatiku. Jika kau tahu, aku pun sama sepertimu. Aku mendapatkan balasan akan kesalahanku yang mempermainkan cinta. Tapi akupun bangga pada diriku. Aku masih memiliki akal untuk berpikir. Kesalahanku yang terdahulu,takkan aku ulangi untuk seseorang yang mencintaiku. Kamu pun harus seperti itu. Berikan yang terbaik untuk seseorang yang menyayangimu kelak. Dia pasti akan datang, namun ia hanya sedang menunggu kesiapanmu untuk ia sayangi. Tersenyumlah kau untuk cinta yang baru. Biarlah kamu menjadi dirimu sendiri. Tak usah kau mengikutiku untuk mempermainkan cinta sepertiku. Tak pantas kau wanita seperti itu. Harus air matamu. Lupakanlah. Jangan kau menoleh kebelakang. Jalanmu kedepan,dan seseorang yang menyayangimu itu di depan. Bukan di belakang.”

Si keras kepalapun terisak-isak akan tangisnya. Menyesal memang selalu di belakang . “playboy, aku menyesal takk mendengar semua kata-katamu. Aku kini sakit. Dulu aku berfikir, gak mungkin orang yang sama-sama sayang bisa menyakiti. Tapi takdir berkata lain. Perubahan manusia itu pasti ada. Dan itu sudah terjadi padaku. Kini aku takkan pernah sekalipun menangis karna cinta. Tidak. Aku akan merubah semua yang telah aku konsepkan tentang cinta. Akupun tak akan mau sepertimu yang mempermainkan cinta. Akupun tak akan pernah mengatur jalannya cinta. Biarlah cinta yang berjalan seperti angin, berhembus, menyejukkan, menyegarkan, tapi kadang bisa menakutkan. Biarlah seperti itu. Aku tak kan pernah lagi menjadi diriku yang dulu, rapuh akan cinta. ”

Terimakasih sahabatku ..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar