Jumat, 24 Agustus 2012

Jatuh yang kedua :)


Rasanya aneh jika setiap hari Jum’at dan mendung membuatku mengingatmu kembali. Aku tak tahu pasti apakah masih ada rasa terhadap dirimu. Yang jelas kamu bisa hadir secara tiba-tiba dan pergi secara terencana. Mungkin memang rencanamu yang datang tak terduga  pergi membawa luka. Aku tahu kamu sagat faham tentang wanita, sikapmu yang sungguh membuatku dimabuk suasana bahagia tak terdefinisikan.

Aku mengingatmu kini, disaat hari Jum’at dan mendung. 

Kamu, lelaki Jawa yang sangat bersahaja, memiliki senyum manis yang membuatku dimabuk asmara saat itu. Aku ingin mengingatmu hari ini. Mengingat saat kita makan di tempat lesehan belakang kampus Pendidikan di kota Jogja.  Aku masih ingat saat matamu selalu memandangku, membicarakan kalau kamu tak suka pedas, dan membicarakan tentang tourring yang membuat kita sama-sama akrab. Matamu! aku benar-benar masih ingat. Aku tahu, dalam stiap apapun yang kamu bicarakan, aku mengerti kamu selalu menyimpan kenangan indah dalam ingatanmu. Entah apa, mungkin karna salahku yang tak inginkan kebahagiaan mengusikku saat itu. Aku bisa merasakan saat kamu mengatakan “tasmania” dan membuatku mengerti  ada wanita yang benar-benar yang tak bisa kamu lupakan secara apapun. Aku faham. Namun aku hanya terdiam dan melupakan. Aku tak ingin tahu apapun tentang kamu dimasa lalumu. Buat apa? Bagiku aku tak pernah berada dalam masamu dulu. Yang aku tahu, saat itu, kamu dan aku sedang bersama mengikat kata yang di sebut sayang dan merangkai kisah yang singkat. Terkadang aku tersenyum mengenang semua tentang kebodohanku yang lalu , yang menyayangimu secara cepat, dan pergi secara kilat. Jujur saat itu aku hanya terdiam dan aku tak tahu arah. Fikiranku campur aduk. Aku merasa  sempurna memilikimu, aku merasa berarti memiliki kasih sayangmu. Dan saat itu..

Aku tak pernah tahu kamu akan pergi secara cepat. Aku hanya bisa tersenyum mendengar semua pengakuanmu yang aku rasa benar-benar membuatku jatuh untuk  kesekian kalinya. Seandainya kamu mengerti,  aku tak ingin ada dipersimpanganmu untuk kamu abaikan dan untuk kamu tinggalkan.
Aku ingin sekali marah, aku ingin sekali berteriak, tapi keluguanmu membuatku luluh akan rasa emosi yang memuncak. 

Aku rasa mendung tak lama-lama menghampiriku, dan aku juga mengerti, aku tak harus lama-lama mengingatmu. Aku rasa, aku tak pernah terlintas dalam waktu sadarmu dan dalam mimpimu. Tapi tak mengapa untukku. Biarlah rasamu hanya rasamu, dan biarkan aku mencari rasaku sendiri. Seandainya  aku tahu siapa wanita yang beruntung memiliki hatimu, aku ingin mengatakan bahwa beruntungnya dia dicintai  lelaki baik sepertimu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar