Rabu, 22 Februari 2012

jum'at, hujan, kamu 0:)

saat hujan, membasahi perjalanan kita. aku rasa itu hal indah. dan saat hujan, kau menggenggam erat jemari tangan, aku rasa kau menjagaku, saat  hujan dan kau ucapkan cinta aku rasa kau penguatku, dan saat kau mematahkan hatiku, giliran hujan membasahi perasaanku  .. :)

Dan demi waku yang menjauh, aku pun takkan penah lagi menoleh dalam waktu yang membuat rasaku mati. aku tak pernah sekalipun mengingat kenangan yang buatku terjatuh. Kau tak pernah sekalipun tahu akan semua hal tentangku. ah, matamu yang membuatku jatuh hati padamu. mungkin aku salahkan waktu bersama kita yang begitu singkat. Aku terlalu yakin dan percaya apapun hal yang kau katakan. Namun bagiku kini, tak lagi mempersalahkan waktu yang datang dan pergi, bukankah semua akan menjadikan kita lebih dewasa ??
Yang aku tahu, kau lelaki baik yang ku kenal. ah sudahlah, seharusnya aku tak ungkit-ungkin masa lalu yang membuatku terkadang mengingatmu. Aku mungkin tak menyukai ketika kau harus bisa memilih. aku tak suka menjadi sebuah pilihan. :)
melepaskanmu adalah yang paling baik untuk hatiku. Melupakanmu adalah suatu hal yang pasti akan aku coba. Namun jatuh cinta kepadamu dulu yang tak pernah bisa aku lupakan. Kau yang pernah membuatku terbang di langit. Membuatku tertawa lepas, mengajakku pergi dan menembus angkasa, namun begitu cepatnya kau menjatuhkanku kembali. :)
aku tak menyalahkanmu atau menyalahkan pertemuan kita. aku tak menyalahkan siapa-siapa. yang aku salahkan mungkin cara mencintaimu. :)
maaf, kau tak harus menyimpulkanku dalam suatu kata atau suatu kalimat  yang sama sekali tak berhak kau katakan itu kepadaku. Bukankah kedewasaan itu adalh suatu pilihan? dewasalah dalam sebuah pilihanmu. Jangan menyia-nyiakan waktu yang menjauh darimu. ;)

Sabtu, 11 Februari 2012

GUEH! :p

Mungkin dalam jaman globalisasi dan modern ini, saya masuk dalam tipe orang yang setengah-setengah.
*Loh kok??
Iya karena, saya bukanlah pengikut mode atau sesuatu yang sedang in .
Saya ya memang seperti ini. kadang-kadang modern, kadang-kadang keren, tapi lebih sering jadul. Tampilan poni yang bergelombang, rambut panjang yang juga bergelombang akibat sok-sok’an mengikuti trend pemanasan rambut yang katanya bisa buat “OK” badan tinggi tapi berbody lumayan “:D” gak terlalu gendut atau gak juga kurus (tuh kan beneran setengah-setengah) . yang sama sekali gak hobi masak (kalo masak sendiri rasanya aneh) yang suka nangis tiba-tiba (apalagi kalo kucing peliharaan gak pulang 2 hari, akibat pergaulan bebas) yang hobinya senyum-senyum sendiri (apalagi kalo dapet es’em’es dari babe yang isinya  “nak, uangnya udah di kirim, harap di pergunakan sebijak-bijaknya ya nak” . dan yang paling dicintai dan sangat di gemari orang yang sudah saya definisikan di atas adalah JALAN-JALAN. Okelah saya terlalu sering berandai-andai. Saya selalu berandai-andai. Seandainya saya dulu waktu brijol jenis kelaminnya adalah LAKI, mungkin orang tua saya sangat berbahagia. Gimana enggak syok, waktu di tahun 90n, enyak dan babe saya mendambakan sosok bayi lelaki yang imut, luchu, gemesin, en de el el. Tapi ternyata kehendak Tuhan memang lebih istimewa. Keluarlah bayi yang imut, luchu, namun berjenis kelamin tidak seperti yang di harapkan. “Enyak gue syok??” ya enggaklah. Tetep di syukuri. Apalagi anaknya sekarang yang dulunya di harapkan berjenis kelamin LAKI, lebih dari yang di harapkan. Namun selidik punya selidik, sifat saya memang cenderung berjiwa lelaki. Saya bohong kalo enggak suka nakalin orang. Saya juga berbohong kalo saya enggak suka bongkar-bongkar barang. Hobi saya dulu waktu kecil adalah jadi montir. Ceritanya begini ..
Saya dulu memiliki sepeda. Namanya XX Riders , entah darimana saya peroleh nama tersebut, yang jelas karna namanya seperti itu sayapun bangga memiliki sepeda XX Riders . hahahaa *tertawa bangga ..
Rantai sepeda saya, saya rajin untuk memberi oli, kata babe saya sih biar enggak karatan. Ya sudah, saya olesin oli setiap minggunya. Temen-temen sayapun saya nasehatin untuk rajin memberikan rantai sepedanya oli. Lalu saya juga hobi bongkar radio. Saya punya  3 radio jadul. Itu radio waktu jamannya kakek saya pe’de’ka’te sama nenek saya. Kalo enggak salah sih mereka suka kirim-kirim salam di radio . namun, karna kecerdasan saya dulu, saya berniat untuk merusak radio itu, lalu saya perbaiki kembali. Singkat cerita sudah saya rusaki radio peninggalan kakek saya, namun saya berusaha keras untuk memperbaiki lagi. Tapi enggak tahu kenapa, saya putus asa untuk memperbaikinya. Ya sudah, akhirnya radio tersebut rusak dan sampai umur saya 21 tahun, enyak saya enggak tahu kalo yang rusakin radio babenya itu anaknya yang paling di sayang. *hahahaaa ..
Balik lagi di jaman yang sekarang ..
Saya memang sangat gemar JALAN-JALAN. Ada rasa bangga aja kalo di Tanya sama temen-temen “eh eloh udah pernah ke sini belon???(bacanya pke bahasa alay)
Nah itu, saya selalu bahagia kalau sudah ke tempat-tempat jauh yang indah nan menawan. Saya rela enggak beli baju, tas, sepatu, bedak, lipstick,blash on, atau apalah itu saya rela untuk tanggalkan semua itu demi beli bensin dan uang jajan untuk pergi jauh. SAYA RELA,IKHLAS,RIDHO. Serius,,
Tapi yang saya enggak pernah bisa terima yaitu ketika saya meminta ijin untuk pergi jalan-jalan.
“mak, anakmu mau ke malang”
*naek apa?*
“kereta mak”
*adduh, rel kereta apinya kan sudah tua, bahaya. Banyak yang lintasannya udah enggak bagus.*
“ya udah naek bis mak”
*aduhh nak, klo naek bus gtu bahaya. Supir busnya suka ugal-ugalan*
“ya udah, naek motor mak”
*aduhh, jangan-jangan, bahaya banget kalau naek motor. Cewek lagi, nanti kamu masuk angin, nanti pegel* ….

aaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrgggggggghhhhhhhhhhhh …

saya maklumi karna orang tua saya memang sangat khawatir kalau saya pergi jauh-jauh. Tapi yang enggak bisa saya maklumi saya selalu di anggap anak kecil. Coba perhatikan, dari ujung kaki sampai ujung rambut, enggak ada yang kecil. Apanya coba yang kecil???????
Sudahlah, jaman modern ini sebaiknya orang tua memberi kebebasan anaknya untuk JALAN-JALAN  menikmati indahnya dunia.
*nyak, babe, peace :D*

kepada hatiku yang selalu menutup matanya :)

Teruntuk hatiku yang tak inginkan lagi terluka ..

 Sudah lama kau tak merasa arti kebersamaan dalam stiap duka dan bahagia ..
Sudah lama pula kau tak merasa bagaimana hatimu memiliki teman untuk saling berbagi ..
Waktu teruslah berlalu, menjauhi yang kemarin dan mendekati yang esok ..
Hey hatiku, mengapa kau tak ibakan rasamu sendiri? Kau terlalu naïf untuk menolak semua teman yang ingin bersamamu ..
Mengapa kau selalu menutup mata ketika ada satu atau dua hati ingin mengajakmu berjalan bersama?
Ah,,
Aku tak mengerti apa maksud hatiku ..

Teruntuk hatiku yang tak inginkan lagi hancur ..
Mungkin kau tak ingin patah atau jatuh untuk kesekian kalinya ..
Mungkin kau tak ingin lagi kau terperih dalam duka dan luka nestapa,
Kau takut? Hah?? Pengecut!!!

Teruntuk hatiku yang tak lagi seperti jalan mulus di tol ..
Terkadang apa yang kau inginkan atau apa yang kau telah perbuat sebaik-baiknya seperti Tuhan mencintapkan manusia, kau hanyalah manusia yang jauh dari kesempurnaan hakiki .
Hey, berdamailah dengan waktu yang ada di depanmu ..
Berdamailah dengan waktu yang bahagia kelak ..
Tuhanmu, penciptamu yang hakiki adalah pembenaran atas semua luka dan duka nestapamu ,,
Tersenyumlah saat kau sejuk bertemu pandang dengan hati yang merangkulmu, bukan yang menarikmu ..
Tersenyumlah saat kau bergandengan tangan dengan hati yang mengajakmu berjalan perlahan dan perlahan, bukan yang mengajakmu berlari hingga kau tersesat tak tahu arah ..
Mengertilah , sedikit saja ..
Kau perlu satu hati yang menjagamu, yang sejukkan pandangmu, yang mengubah akhlakmu, yang menaikkan imanmu, dan menjadikanmu surga hatinya .

Untukmu yang diam-diam benar mengusik imajinasi kalbuku  :)

Senin, 06 Februari 2012

tak mengapa bukan? ;)

langit Jogja yang cerah ini,  panas matahari yang terik ini dan angin yang sedikit-sedikit kencang namun sebentar-sebentar hanya seperti hembusan saja. ah, Jogja ..
aku lihat sekelilingku. dari atas beranda dekat kamarku, aku selalu saja duduk manis memandang merapi atau hanya melihat sekumpulan orang bermain sepak bola. senang rasanya menikmati hari-hari yang Tuhan berikan ..
namun sayup-sayup ku dengar dari kejauhan, aku mendengar lagu yang liriknya sama sekali tak pernah berubah. ahm lagu ini mengingatkanku padanya.

#bagaimana kabarnya mantan kekasihku? ah, pacar pertamaku dan mungkin cinta pertamaku.
*senyum :)

aku perhatikan benar-benar tiap lirik dari sang penciptanya, yang mungkin pernah ia alami atau pernah ia rasakan.
"tiada yang salah dengan perbedaan, dan segala yang kita punyaa ..." aku malas melanjutkan!
mungkin aku merindukanmu kini, ah tapi cuma sebentar saja. setelah itu aku lupakan.
tapi kini kenapa aku agak lebih sering memikirkanmu ya?? aku tak ingin lagi menanyakan kabarmu atau menanyakan tape yang kau kirim ke rumahku, atau mempersoalkan perbincanganmu dengan orang tuaku, atau apalah itu masalahnya.. aku tak ingin menanyakan hal-hal yang tidak terlalu penting untukku. sebisa mungkin aku benar-benar melupakanmu atau tidak lagi memikirkanmu. bukannya kau kini bahagia?
aku juga bahagia. :)

aku hanya membiarkan waktu yang berlalu untuk membiarkan orang yang mencintaimu selalu bersamamu, walaupun ia mungkin membenciku, karna ia tak pernah mengerti bagaimana dulu kamu menjaga cintakita. cinta yang kita bangun karna memang benar-benar perbedaan kita sangat tidak baik untuk orang-orang yang melihatnya, atau mungkin sangat mengganggu orang-orang yang menilai kita sebagai pasangan yang berbeda namun saling cinta. mereka yang enggak pernah bisa mengerti bagaimana kita bersatu dan berpisah. ah, sudahlah. sampai berbusapun aku berkata-kata , mereka tak pernah mengerti ! namun  jika dalam hatiku bahagia, untuk apa aku membenci orang yang sama sekali tak ku kenal?? bukankah itu nasehatmu??

;)